Pengaruh Komunikasi Interprofesional Tenaga Kesehatan Terhadap Pencegahan Miskomunikasi Pelayanan Di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Awal Bros A. Yani
DOI:
https://doi.org/10.64931/jks.v6i2.258Keywords:
Komunikasi Interprofesional, Tenaga Kesehatan, Pencegahan Miskomunikasi, Pelayanan Kesehatan, Unit Gawat DaruratAbstract
Miskomunikasi dalam pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) menjadi masalah penting karena pelayanan berlangsung cepat dan melibatkan berbagai profesi yang membutuhkan ketepatan informasi untuk menjamin keselamatan pasien. Survei awal di UGD Rumah Sakit Awal Bros A. Yani menunjukkan masih terjadi kendala komunikasi saat pergantian shift, kepulangan pasien, serta penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi interprofesional tenaga kesehatan terhadap pencegahan miskomunikasi pelayanan di UGD Rumah Sakit Awal Bros A. Yani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 50 tenaga kesehatan menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan komunikasi interprofesional terhadap pencegahan miskomunikasi dengan nilai p=0,006 dan koefisien korelasi 0,381. Analisis regresi menunjukkan keterbukaan komunikasi (p=0,025; B=0,485) dan umpan balik (p=0,032; B=0,551) berpengaruh signifikan, sedangkan indikator lainnya tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan komunikasi dan umpan balik merupakan aspek penting dalam mencegah miskomunikasi pelayanan. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi aspek komunikasi interprofesional yang berpengaruh secara spesifik terhadap pencegahan miskomunikasi pada konteks pelayanan UGD Rumah Sakit Awal Bros A. Yani
References
AlShammari, H. A. (2025). Communication handover barriers among nurses and paramedics in emergency care settings. BMC Nursing, 2–10.
Ambali, D. D. W., & T., H. (2025). Hubungan pengetahuan dan sikap perawat dengan proses triage di Rumah Sakit Elim Rantepao. Jurnal Mitra Sehat, 840–852.
Heier, B. S. (2024). Interprofessional communication skills training to improve medical students’ and nursing trainees’ error communication - quasi experimental pilot study. BMC Medical Education, 10–24.
Heryana, A. (2020). Analisis data penelitian kuantitatif. Universitas Esa Unggul.
Indonesia, P. P. (2023). Penyelenggaraan bidang perumahsakitan. 1–2.
Jacobsen, C. E. V. (2025). An updated definition of global health. Global Health Research and Policy, 2–5.
Jalilvand, A. R. (2024). Hospital governance accountability structure: A scoping review. BMC Health Services Research, 2–18.
Mitchell, R., & G., A. (2025). Triage systems in low-resource emergency care settings. Bulletin of the World Health Organization, 204–212.
Palijama, F. (2023). Pengaruh sumber daya manusia dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Dr. Haulussy Provinsi Maluku. Hipotesa, 1–9.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Syahdilla, I., & S. (2023). Analisis distribusi sumber daya manusia kesehatan berdasarkan standar ketenagaan Puskesmas di Kabupaten Deli Serdang. SAGO: Gizi dan Kesehatan, 300–306.
Syifa, N. Y., & K., S. (2021). Penerapan komunikasi interprofesional dalam kajian Islam pada penyiar ajang duet Radio Dhirgantara Best Station. Jurnal Al-Husna, 1–54.
Syuhada, R. H. (2025). Analisis uji-t student dua sampel berpasangan dalam evaluasi perubahan individu. Indonesia Research Journal on Education, 419–422.
Ulpa, O. A. (2025). Hubungan kondisi overcrowded dengan ketetapan pelaksana triase di Instalasi Gawat Darurat. Kesehatan dan Pembangunan, 107–112.
Widodo, D. (2025). Hubungan kualitas komunikasi tim medis dengan hasil perawatan pasien IGD di Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara. Multidisiplin Ilmu Akademik, 177–183.
World Health Organization. (2021). WHO South-East Asia journal of public health. World Health Organization Regional Office for South-East Asia.
Zaboli, G. T. (2024). Emergency departments in contemporary healthcare: Are they still for emergencies? An analysis of over 1 million attendances. MDPI Healthcare, 2–11.








