Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Electronik Medical Record (EMR) Dalam Pendokumentasian Di UPT Puskesmas Kubang Jaya

Authors

  • Foni Andiara Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Siska Mayang Sari Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Raja Fitrina Lastari Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Susi Erianti Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia
  • Abdurrahman Hamid Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64931/jks.v6i2.256

Keywords:

Dokumentasi Keperawatan, EMR, Pengetahuan, Tenaga Kesehatan

Abstract

Electronic Medical Record (EMR) merupakan sistem pencatatan data pasien secara elektronik yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas pelayanan kesehatan. Penggunaan EMR dalam pendokumentasian di UPT Puskesmas Kubang Jaya memerlukan pengetahuan yang baik dari tenaga kesehatan agar proses dokumentasi dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tenaga kesehatan tentang Electronic Medical Record (EMR) dalam pendokumentasian di UPT Puskesmas Kubang Jaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian tenaga kesehatan yang terlibat dalam pendokumentasian di UPT Puskesmas Kubang jaya dengan jumlah responden sebanyak 56 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari 38 item pernyataan. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup yaitu sebanyak 44 responden (78,6%), sedangkan kategori baik sebanyak 12 responden (21,4%), sehingga diperlukan peningkatan pelatihan dan sosialisasi mengenai penggunaan EMR dalam pendokumentasian asuhan keperawatan.

References

Alotaibi, Y. K., & Federico, F. (2017). The impact of health information technology on patient safety. Saudi Medical Journal, 38(12), 1173–1180. https://doi.org/10.15537/smj.2017.12.20631

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008

Hatta, G. R. (2011). Pedoman manajemen informasi kesehatan di sarana pelayanan kesehatan: Revisi buku petunjuk teknis penyelenggaraan rekam medis/medical record rumah sakit (1991) dan pedoman pengelolaan rekam medis rumah sakit di Indonesia (1994, 1997). UI Press.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi ke-5). Salemba Medika.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik keperawatan. Elsevier.

Downloads

Published

01-09-2026