Perbaikan Status Nutrisi Balita Stunting Dengan Sosis Ikan Dan Tahu: Studi Kasus

Authors

  • Amanda Tarisha Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  • Septy Nur Aini Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  • Ashar Abilowo Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

DOI:

https://doi.org/10.64931/jks.v6i1.219

Keywords:

Nafsu Makan, Sosis Ikan dan Tahu, Status Nutrisi, Stunting

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai usia. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki status gizi balita stunting adalah pemberian makanan tambahan yang mengandung protein hewani dan nabati. Ikan kembung mengandung protein, omega-3, dan zat besi, sedangkan tahu merupakan sumber protein nabati dan kalsium. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan kasus perubahan status nutrisi Balita stunting melalui pemberian sosis ikan dan tahu di Wilayah Kerja Puskesmas Sijuk, Kabupaten Belitung. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu seorang anak dengan stunting dan mengalami penurunan nafsu makan serta berat badan. Intervensi yang diberikan yaitu menggunakan sosis ikan dan tahu. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner penurunan nafsu makan, dan lembar observasi harian. Hasil penelitian menunjukkan anak mengalami defisit nutrisi yang dibuktikan dengan nafsu makan menurun, tampak pendek, tinggi badan 74 cm, lingkar kepala 31 cm, dan berat badan menurun (7,5 kg). Hasil setelah di berikan tindakan pemberian sosis ikan dan tahu selama 4 minggu berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dari sedang (skor 6) menjadi ringan (skor 2) dan berat badan meningkat menjadi 8 kg, walaupun belum ada peningkatan tinggi badan. Kesimpulan penelitian ini yaitu sosis ikan dan tahu dapat meningkatkan berat badan pada balita stunting. Pemberian sosis ikan dan tahu dapat menjadi salah satu alternatif perbaikan status nutrisi pada Balita Stunting.

References

Alifa, R., & Runjati, R. D. (2024). Pengaruh formulasi sosis ikan kembung dan kacang tanah terhadap berat badan pada batita gizi kurang. *Malahayati Health Student Journal, 4*, 4950–4961.

Dekasari, Y., & Gunawan, T. (2024). Upaya pencegahan stunting pada anak balita di Indonesia: Pengabdian di Kabupaten Pesawaran. *Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2024*(2), 129. https://journal.danisapublisher.id/

Eliana, E., Yuniantini, E., Kamsiah, K., & Yunianto, A. E. (2022). Pengaruh pemberian pangan setengah jadi berbasis ikan (sosis analog) dengan kecukupan protein balita dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Seluma. *Gizi Indonesia, 45*(2), 173–182. https://doi.org/10.36457/gizindo.v45i2.665

Hasanah, S., Handayani, S., & Wilti, I. R. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia: Studi literatur. *Jurnal Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 2*(2), 83–94. https://doi.org/10.25077/jk3l.2.2.83-94.2021

Kaimudin, M. (2020). Review: Analisis profil protein ikan dengan metode SDS-PAGE. *Majalah BIAM, 16*(1), 13–20.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). *Mengenal lebih jauh tentang stunting*. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2657/mengenal-lebih-jauh-tentang-stunting

Kendal, K. (2024). Pengolahan dan pemanfaatan ikan kembung sebagai sumber protein hewani dalam upaya cegah stunting di Desa Damarsari. *3*(2), 90–99.

Laska, Y., Hadi, S. P. I., & Nurlela, S. (2024). Gerakan penanggulangan stunting melalui peningkatan partisipasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi stunting secara daring. *Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3*(2), 168.

Lebuan, A. K. S., Syafar, M., & Hartati, N. (2023). Hubungan pola pemberian makan pada balita stunting di puskesmas di Flores Timur. *Inhealth: Indonesian Health Journal, 2*(2), 94–114. https://doi.org/10.56314/inhealth.v2i2.151

Mira, D. A., Nurhayati, S., & Immawati. (2024). Penerapan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro Utara. *Jurnal Cendikia Muda, 4*.

Mustikaningrum, A. C., & Pangestika, W. (2021). Formulation of “Kanita sausage” for organoleptic properties. *3*(1), 206–216.

Mutiara, D., Rusman, A. A., & Ruhimat, R. S. (2021). Hubungan stunting dengan karakteristik anak, asupan gizi, dan anemia pada batita di wilayah Puskesmas Cibeber. *Medika Kartika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 4*(3), 293–304. https://doi.org/10.35990/mk.v4n3.p293-304

Nusrani, P., Sriasih, G., & Rahyani, K. (2024). Gambaran faktor penyebab stunting pada anak usia 12–60 bulan di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Puskesmas Sidemen. *Arc. Com. Health, 11*(2), 573–582.

Rifat, M. A., Wahab, A., & Arifur, M. (2023). Nutritional value of marine fish in Bangladesh and their potential to address malnutrition: A review. *Heliyon, 9*(2), Article e13385. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e13385

Samsuddin, S., Agusanty, S. F., Desmawati, D., Kurniatin, L. F., Bahriyah, F., Wati, I., Ulva, S. M., Abselian, U. P., Laili, U., Malik, M. F., Purwadi, H. N., & Ernawati, Y. (2023). *Stunting* (Y. Sabilu, N. I. Nasruddin, & L. Rosyanti, Eds.). Eureka Media Aksara.

Sari, R. P. P., & Montessori, M. (2021). Upaya pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi masalah stunting pada anak balita. *Journal of Civic Education, 4*, 129.

Setiyawati, M. E., Ardhiyanti, L. P., Hamid, E. N., Muliarta, N. A. T., & Raihanah, Y. J. (2024). Studi literatur: Keadaan dan penanganan stunting di Indonesia. *IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 8*(2), 179–186. https://doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v8i2.3113

Siregar. (2023). Pengaruh penerapan booklet praktik pemberian makan terhadap pertumbuhan balita usia 1–2 tahun. *14*(2), 36–47.

Usman, J. J., Rizkaprilisa, W., Damar, P., & Murti, B. (2024). Organoleptic and chemical characterization of mackerel sausage (*Rastrelliger kanagurta* L.) with the addition of tofu dregs to improve children’s nutrition. *6*(1), 1–12.

Wahyudi, R., Indriani, H., & Haris, M. S. (2022). Tahu Sabar (Sari Bahari): Upaya pemanfaatan limbah produksi garam sebagai tahu bahan organik ramah lingkungan bagi penderita stunting. *Amerta Nutrition, 6*(1), 44–52. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1.2022.44-52

Widjayatri, D., Fitriani, Y., & Tristyanto, B. (2020). Sosialisasi pengaruh stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. *Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1*, 16–27.

Downloads

Published

30-06-2026