Analisis Faktor Risiko Dan Penanganan Komplikasi Retensio Plasenta Pada Ibu Primigravida: Studi Kasus
Keywords:
Primigravida, Umur Ibu, Anemia, ANC, Retensio PlasentaAbstract
Perdarahan postpartum masih menduduki posisi puncak sebagai penyebab utama kematian maternal, di mana retensio plasenta memberikan kontribusi sebesar 19,8% dari total kasus perdarahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko pada retensio plasenta dan penanganan yang diberikan. Studi kasus dilakukan pada Ny. “T”, P1A0 usia kehamilan 28 minggu yang datang ke RS pada Desember 2025. Hasil anaslisis didapatkan faktor risiko pada Ny “T” antara lain merupakan primigravida, usia <20th, mengalami anemia ringan, kelahiran prematur dan tidak pernah melakukan ANC. Adapun penatalaksanaan yang diberikan di RS sudah sesuai prosedur. Asuhan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat mengidentifikasi faktor risiko retensio plasenta sehingga dapat memberikan edukasi antisipasi dan pelayanan yang maksimal khususnya bagi ibu hamil.
References
Aminah, & Fitriani, I. (2017). Hubungan umur, paritas, dan anemia dengan kejadian retensio placenta. *Jurnal Obstretika Scientia, 5*(2), 98–113. https://ejurnal.latansamashiro.ac.id/index.php/OBS/article/download/350/pdf_1
Favilli, A., Tosto, V., Ceccobelli, M., Parazzini, F., Franchi, M., Bini, V., & Gerli, S. (2021). Risk factors for non-adherent retained placenta after vaginal delivery: A systematic review. *BMC Pregnancy and Childbirth, 21*(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12884-021-03721-9
Koopmans, L., Wilson, T., Cacciatore, J., & Flenady, V. (2013). Support for mothers, fathers and families after perinatal death. *Cochrane Database of Systematic Reviews, 2013*(6). https://doi.org/10.1002/14651858.CD000452.pub3
Perlman, N. C., & Carusi, D. A. (2019). Retained placenta after vaginal delivery: Risk factors and management. *International Journal of Women’s Health, 11*, 527–534. https://doi.org/10.2147/IJWH.S218933
Prihatanti, N. R., Aprilea, N. A., Sofia, N., Tunggal, T., Yuniarti, Rusmilawaty, & Isnaniah. (2024). Pengaruh faktor usia terhadap kejadian retensio plasenta di Indonesia. *MAJORY Malang Journal of Midwifery, 6*(1), 46–55.
Romero, R., Hsu, Y. C., Athanassiadis, A. P., Hagay, Z., Avila, C., Nores, J., Roberts, A., Mazor, M., & Hobbins, J. C. (1990). Preterm delivery: A risk factor for retained placenta. *American Journal of Obstetrics and Gynecology, 163*(3), 823–825. https://doi.org/10.1016/0002-9378(90)91076-O
Syalfina, A. D., Priyanti, S., & Irawati, D. (2021). Manajemen kebidanan pada ibu bersalin dengan retensio plasenta. *Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 7*(2), 150–161.
Thomson, G., McNally, L., & Nowland, R. (2024). Experiences and impacts of psychological support following adverse neonatal experiences or perinatal loss: A qualitative analysis. *BMC Pregnancy and Childbirth, 24*(1). https://doi.org/10.1186/s12884-024-06713-7
Uamiro, G. (2020). Hubungan antara umur, paritas, dan anemia dengan kejadian retensio plasenta pada ibu bersalin di Indonesia tahun 2020. *Jurnal Antara Kebidanan, 3*(3), 919–924. https://orcid.org/0000-0002-2942-4013
Ulya, Y., Idyawati, S., & Annisa, N. H. (2021). Faktor umur dan paritas terhadap kejadian retensio plasenta. *Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4*(1), 51–56.
Vitriani, O., Lailiyana, & Putri, A. N. C. S. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru tahun 2017. *Jurnal Ibu dan Anak, 7*(1), 36–45.
Wanda, A. N., Setyabudi, M. T., Irsam, M., & Ratnaningrum, K. (2024). Analisis faktor risiko kejadian retensio plasenta. *Prosiding Seminar Nasional UNIMUS*, 43–51.
World Health Organization. (2026). *Anaemia*. https://www.who.int/data/nutrition/nlis/info/anaemia







