Pemberian Terapi Musik Mozart Dan Relaksasi Napas Dalam Pada Acute Lymphoblastic Leukimia Dengan Nyeri Akut

Authors

  • Sarwasih Dwi Handayani Program Studi Profesi Ners, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Istinengtiyas Tirta S Program Studi Profesi Ners, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Zeni Widiastuti RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.64931/jks.v6i1.198

Keywords:

Acute lymphoblastic leukimia, Terapi Musik Mozart, Relaksasi Napas Dalam, Nyeri

Abstract

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) merupakan salah satu bentuk kanker darah yang ditandai oleh proliferasi dan diferensiasi abnormal sel limfoid di sumsum tulang, darah, serta jaringan limfoid lainnya. Selama proses diagnosis hingga akhir hayat, pasien dengan kanker darah sering kali mengalami berbagai gejala yang kompleks, baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun emosional. Beberapa gejala umum yang sering dilaporkan antara lain adalah nyeri. Nyeri pada pasien bersifat sangat subjektif, sehingga pengalaman nyeri bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Pengelolaan nyeri dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan maupun intervensi nonfarmakologis. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pemberian terapi musik mozart dan relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien Acute Lymphoblastic Leukimia. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan secara langsung dan menyeluruh dengan menyertakan berbagai sumber data. Pemilihan pasien/klien dalam penelitian ini berjumlah satu 1 orang, dengan kriteria inklusi pasien/klien anak yang sedang menjalani kemoterapi di ruang bangsal Asoka RSUP DR Sardjito. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terapi musik dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan skala nyeri secara lebih signifikan dibandingkan jika diberikan secara terpisah, serta memperbaiki aspek psikologis pasien yang mengalami nyeri akut akibat kanker. Kesimpulan hasil studi kasus nyeri yang dirasakan pasien sudah berkurang dari skala 3 menjadi skala 1(ringan). Pemberian terapi musik mozart dan relaksasi napas dalam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien nyeri akut akibat kanker.

References

Ardyanto, T. D., & Rachmadi, D. (2015). Leukemia limfoblastik akut pada anak: Penatalaksanaan dan prognosis. Majalah Kedokteran Indonesia, 65(1), 23–29.

Dewi, R., & Kurniawan, T. (2022). Kombinasi teknik distraksi dan relaksasi terhadap kenyamanan dan kerja sama pasien anak selama perawatan intensif.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana leukemia limfoblastik akut pada anak. Kementerian Kesehatan RI.

Gunawan, A., & Lestari, D. (2021). Peran pungsi lumbal dalam deteksi dini keterlibatan SSP pada leukemia limfoblastik akut. Jurnal Biomedik Klinik Indonesia, 3(1), 55–60.

Hanindita, M. (2022). Efektivitas musik klasik terhadap penurunan nyeri dan kecemasan pada pasien pediatrik kanker. Jurnal Keperawatan Anak, 8(2), 45–52.

Hidayati, R. (2020). Teknik relaksasi pernapasan untuk menurunkan nyeri pada pasien kanker. Pustaka Medika.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2018). Protokol tatalaksana leukemia limfoblastik akut. Unit Kerja Koordinasi Hematologi-Onkologi IDAI.

Nuraini, S. (2021). Pengaruh teknik relaksasi napas dalam terhadap intensitas nyeri pada pasien leukemia. Jurnal Keperawatan Onkologi, 6(1), 12–19.

Rahmawati, D. (2021). Terapi musik sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri akut pada pasien kanker. Jurnal Kesehatan Holistik, 5(3), 33–40.

Santosa, A. (2022). Manajemen nyeri pada pasien kanker: Pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Jurnal Keperawatan Indonesia, 10(1), 22–30.

Santoso, B., & Prasetyo, A. (2020). Efektivitas terapi musik terhadap nyeri pada pasien kanker. Jurnal Keperawatan Modern, 6(4), 101–108.

Saputra, H. (2023). Pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri akut pada pasien hematologi. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 9(2), 56–63.

Sari, A., et al. (2021). Pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri dan relaksasi pada pasien anak dengan penyakit kronis.

Sari, K. R., & Hidayat, A. (2020). Pungsi lumbal pada pasien leukemia limfoblastik akut: Indikasi dan prosedur. Jurnal Keperawatan Medik, 8(2), 134–140.

SDKI. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (Edisi I). Tim Pokja SDKI DPP PPNI.

Wijaya, F. (2021). Musik klasik Mozart dalam manajemen nyeri: Kajian literatur. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 7(1), 15–24.

Downloads

Published

09-05-2026