Pijat Tui Na Dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Stunting: Studi Kasus Di Kabupaten Belitung

Authors

  • Andi Melda Awaliyah Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  • Septy Nur Aini Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang
  • Nazliansyah Nazliansyah Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

DOI:

https://doi.org/10.64931/jks.v5i2.178

Keywords:

Pijat Tui Na, Stunting, Nafsu Makan

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana anak terlalu pendek sesuai usianya karena kegagalan pertumbuhan yang disebabkan oleh buruknya gizi dan kesehatan anak sebelum dan sesudah kelahiran. Anak-anak yang mengalami stunting seringkali memiliki nafsu makan yang buruk, sehingga membatasi respon mereka terhadap intervensi gizi. Nafsu makan menurun atau sulit makan merupakan penolakan makanan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu terapi pada penurunan nafsu makan adalah pijat Tui Na. Tujuan dari penelitian ini yaitu manganalisis terapi pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita stunting di Wilayah kerja Peskesmas Perawas. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu Anak dengan stunting dan mengalami penerunan nafsu makan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi harian dan kuesioner penurunan nafsu makan. Hasil setelah di berikan tindakan terapi pijat tui na selama 6 hari berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dengan skor awal 8 (penurunan nafsu makan berat) menjadi skor 2 (penurunan nafsu makan ringan) dan penambahan berat badan pada klien dari 11 kg menjadi 11,25 kg. Pijat tui na efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada balita stunting. Saran bagi masyarakat khususnya keluarga dapat melakukan tindakan pemberian terapi pijat tui na dirumah sebagai salah satu upaya meningkatkan nafsu makan pada anak jika mengalami penurunan nafsu makan.

References

Affanin, A., Sulistyawati, E., & Mariyam, M. (2023). Penerapan pijat Tui Na untuk mengatasi kesulitan makan pada balita. Holistic Nursing Care Approach, 3(1), 26. https://doi.org/10.26714/hnca.v3i1.11142

Daracantika, A., Ainin, A., & Besral, B. (2021). Pengaruh negatif stunting terhadap perkembangan kognitif anak. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan, 1(2), 113. https://doi.org/10.51181/bikfokes.v1i2.4647

Ernawati, A. (2020). Gambaran penyebab balita stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, 16(2), 77–94. https://doi.org/10.33658/jl.v16i2.194

Faridah, M. S., Widowati, H., Salim, A., & Filberta, Y. (2020). The enhancement toddler’s appetite through acupressure Tui Na. International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS), 4(2), 113–117. https://doi.org/10.29082/ijnms/2020/vol4/iss2/280

Indrayani, T., Choirunnisa, R., & Ramadhani, V. R. (2023). Pencegahan stunting melalui pemberian edukasi dan pelatihan Tui Na massage. Jurnal Peduli Masyarakat, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.37287/jpm.v5i1.1505

Kusuma, K. S., Ayuningtyas Kusumastuti, N., & Tangerang, S. Y. (2022). Pengaruh pemberian puding temulawak terhadap kesulitan makan pada balita usia 2–5 tahun di Wilayah Kutabumi Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 2(2), 67–73.

Mathar, I., Dwi Klevina, M., Wafi, A., & Putri, R. (2023). Sosialisasi pencegahan dan dampak stunting pada anak di Desa Banjarejo Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Tangguh, 2(1), 20–30.

Meinawati, L. (2021). Pengaruh Tui Na massage terhadap picky eater pada balita usia 1–5 tahun di BPM Lilis Suryawati Jombang. Jurnal Insan Cendekia, 8(1), 1–10.

Naila, N. N., Mahfuz, M., Hossain, M., Arndt, M., Walson, J. L., Nahar, B., & Ahmed, T. (2021). Improvement in appetite among stunted children receiving nutritional intervention in Bangladesh: Results from a community-based study. European Journal of Clinical Nutrition, 75(9), 1359–1367. https://doi.org/10.1038/s41430-020-00843-9

Noviaming, S., Takaeb, A. E. L., & Ndun, H. J. N. (2022). Persepsi ibu balita tentang stunting di wilayah Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang. Media Kesehatan Masyarakat, 4(1), 44–54.

Prasetyo, Y. B., Nursalam, Hargono, R., & Ahsan. (2020). Model pengasuhan yang tepat pada anak sulit makan. UMM Press.

Pratami, B. N., Choirunissa, R., & Rifiana, A. J. (2020). Pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan balita di PMB “R” Cipacing Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2), 179–186. https://doi.org/10.37012/jik.v12i2.237

Puspita, Y., Esmianti, F., & Andini, I. F. (2021). Efektivitas pijat Tui Na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita stunting Kabupaten Rejang Lebong. [Nama Jurnal Tidak Tercantum], 6(1), 17–24.

Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). Upaya penanganan stunting di Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK), 8(1), 44–59.

Rahmanda, F., & Gurning, F. P. (2022). Analisis implementasi kebijakan pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi dalam program Gerakan 1000 HPK di Puskesmas Pagar Jati. PubHealth: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 18–27.

Siregar, R. F., Sari, I., Syahputri, K., Gulo, L., & Zai, L. (2023). Pemberdayaan ibu dalam melakukan pemberian terapi akupresur terhadap peningkatan nafsu makan pada anak usia 1–5 tahun. Jurnal Mitra Keperawatan dan Kebidanan Prima, 5(1), 106–110.

SSGI. (2023). Hasil Survei Status Gizi Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ulandari, A., Nadhiro, & Amirudin, C. (2023). Pendampingan pencegahan stunting dalam perspektif Islam dengan pelatihan pembuatan MPASI berbahan lokal yang halal. Al Basirah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 131–141. https://doi.org/10.58326/jab.v3i2.70

UNICEF. (2020). Nutrition for every child: UNICEF Nutrition Strategy 2020–2030. UNICEF.

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2021). Levels and trends in child malnutrition.

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition.

Wulaningsih, I., Sari, N., & Wijayanti, H. (2022). Pengaruh pijat Tui Na terhadap tingkat nafsu makan balita gizi kurang. Jurnal EDUNursing, 6(1), 33–38.

Published

31-12-2025